Cover buku pintar qu
cover
My picture
cats-horz

Gangguan Pernafasan : “Paru-Paru Hitam”

Paru-paru hitam adalah suatu penyakit paru-paru yang disebabkan karena menghirup debu batubara dalam jangka panjang. Penyakit ini dikenal juga dengan sebutan pneumokoniosis pekerja batubara. Batubara mengandung banyak zat, yaitu karbon, sedikit hidrogen, sulfur dan fosfor, serta bermacam-macam batu yang beberapa di antaranya mengandung silika bebas. Debu campuran dari tambang batubara berasal dari serpihan-serpihan pasir bubuk batu, kaolinit, batu tulis, serta batu kapur batubara. Oleh karena itu, semua pekerja pertambangan batubara, baik yang bertugas di tempat pencucian hingga yang bertugas memuat batubara, berisiko menderita penyakit ini. Pneumokoniosis pekerja batubara dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu simplek dan komplikata. Tipe simplek biasanya bersifat ringan, sedangkan tipe komplikata bisa berakibat fatal.

Paru-paru hitam simplek, serbuk batubara berkumpul di sekeliling bronkiolus. Walaupun relatif lembam dan tidak menimbulkan banyak reaksi, serbuk batubara akan menyebar ke seluruh paru-paru dan terlihat sebagai bercak-bercak hitam kecil pada foto sinar-X bagian dada. Walaupun serbuk batubara tidak akan menyumbat saluran nafas, tetapi setiap tahunnya, antara 1 sampai 2% penderita paru-paru hitam simplek, akan berkembang menjadi bentuk penyakit yang lebih serius yang disebut sebagai fibrosis masif progresif, yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut yang luas di paru-paru dengan diameter di atas 1 sentimeter. Meskipun sudah tidak lagi terjadi pemaparan debu batubara, tetapi fibrosis masif progresif akan semakin memburuk. Jaringan parut bisa menimbulkan kerusakan pada jaringan dan pembuluh darah paru-paru.

Gejala

Stadium dini, tanda dan gejala penyakit biasanya tidak terlihat. Gejala penyakit pekerja batubara, pneumokoniosis dengan penyulit hanya timbul bila beban debu sangat tinggi. mengalami batuk menahun dan mudah sesak nafas, terkadang mereka juga menderita emfisema (karena merokok) atau bronkitis (karena merokok atau terpapar polutan industri toksik lainnya). Fibrosis masif progresif yang berat juga menyebabkan batuk dan sesak nafas. Gangguan fungsi paru baru ditemukan pada stadium lanjut.

ETIOLOGI

Paru-paru hitam merupakan akibat dari terhirupnya serbuk batubara dalam jangka waktu yang lama. Merokok tidak menyebabkan meningkatnya angka kejadian paru-paru hitam, tetapi bisa memberikan efek tambahan yang berbahaya bagi paru-paru. Resiko menderita paru-paru hitam berhubungan dengan lamanya dan luasnya pemaparan terhadap debu batubara. Kebanyakan pekerja yang terkena berusia lebih dari 50 tahun. Penyakit ini ditemukan pada 6 dari 100.000 orang.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO

Faktor risiko gangguan fungsi paru pada pekerja batu bara dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung adalah paparan debu batubara dan penyebab tidak langsung adalah beberapa variabel yang termasuk karakteristik pekerja dan karakteristik pekerjaan. Berikut ini adalah karakteristik pekerja yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru :

a. Riwayat penyakit

Dalam beberapa penelitian diperoleh hasil bahwa seseorang yang mempunyai riwayat menderita penyakit paru berhubungan dengan terjadinya gangguan fungsi paru. Pekerja yang mempunyai riwayat penyakit paru mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk mengalami gangguan fungsi paru. Seseorang yang pernah mengidap penyakit paru cenderung akan mengurangi ventilasi perfusi sehingga alveolus akan terlalu sedikit mengalami pertukaran udara. Akibatnya akan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Banyak ahli berkeyakinan bahwa penyakit emfisema kronik, pneumonia, asma, bronkiale, tuberculosis dan sianosis akan memperberat kejadian gangguan fungsi paru pada pekerja yang terpapar oleh debu organik dan anorganik.

b. Umur

Umur merupakan variabel yang penting dalam hal terjadinya gangguan fungsi paru. Semakin bertambahnya umur, terutama yang disertai dengan kondisi lingkungan yang buruk kemungkinan akan terkena suatu penyakit, maka kemungkinan akan terjadi penurunan fungsi paru. Seiring dengan pertambahan umur, kapasitas paru juga akan menurun. Kapasitas paru seseorang berumur 30 tahun ke atas rata-rata 3.000 ml sampai 3.500 ml, dan seseorang yang berusia 50 tahunan kapasitas paru kurang dari 3.000 ml.  Secara fisiologis dengan bertambahnya umur maka kemampuan organ-organ tubuh akan mengalami penurunan secara alamiah tidak terkecuali gangguan fungsi paru dalam hal ini kapasitas vital paru. Kondisi seperti ini akan bertambah buruk dengan keadaan lingkungan yang berdebu dan faktor-faktor lain seperti kebiasaan merokok, tidak tersedianya masker, lama paparan serta riwayat penyakit yang berkaitan dengan saluran pernafasan. Rata-rata pada umur 30 – 40 tahun seseorang akan mengalami penurunan fungsi paru dengan semakin bertambah umur semakin bertambah pula gangguan yang terjadi

Adapun variabel yang termasuk karakteristik pekerjaan yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru adalah :

a. Masa kerja

Waktu yang dibutuhkan seseorang yang terpapar oleh debu untuk terjadinya gangguan fungsi paru kurang lebih 10 tahun. Semakin lama seseorang bekerja pada lingkungan berdebu, maka akan semakin menurunkan kapasitas vital paru. Dimana setiap penambahan masa kerja dalam satu tahun akan terjadi penurunan kapasitas paru sebesar 35,3907 ml.

b. Jumlah jam kerja per minggu

Data jumlah jam kerja per minggu pada aktivitas pekerja terpapar debu dapat digunakan untuk memperkirakan kumulatif yang diterima oleh seorang pekerja. Timbulnya gangguan fungsi paru pada pekerja batubara sangat tergantung pada lamanya serta dosis paparan yang diterima. Hubungan antara lama bekerja dan efek ini sangat bergantung pada tiga hal yaitu :

• kadar debu dalam udara

• dosis kumulatif (penjumlahan kadar dalam udara dan lamanya bekerja)

• waktu tinggal atau lamanya debu berada dalam paru

PENGOBATAN

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, selain untuk mengobati komplikasinya (gagal jantung kanan atau tuberkulosis paru). Jika terjadi gangguan pernafasan, maka diberikan bronkodilator dan ekspektoran. Dianjurkan untuk menghindari pemaparan lebih lanjut.

PENCEGAHAN

Paru-paru hitam dapat dicegah dengan menghindari debu batubara pada lingkungan kerja. Pekerja tambang batubara harus menjalani pemeriksaan foto dada tiap 4-5 tahun sehingga penyakit ini dapat ditemukan pada stadium awal.
Jika ditemukan penyakit, maka pekerja tersebut harus dipindahkan ke daerah dimana kadar debu batubaranya rendah, untuk menghindari terjadinya fibrosis masif progresif.

TERAPI GIZI DAN DIET

Pada prinsipnya untuk mendapatkan tubuh sehat agar terhindar dari penyakit sebenarnya mudah, cukuplah mengimplementasikan hidup yang teratur, cukup istirahat, rutin berolahraga, hindari stress, dan makanlah dengan pola makan yang sehat. Pola makan yang sehat ialah makanan yang mengandung semua unsur gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, baik protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air, dimana sumber nutrisinya pun harus dipilih yang sealami mungkin.

TIPS-TIPS

Beberapa tips pencegahan  pneumokoniosis pekerja batubara dan aneka komplikasinya, antara lain dengan ventilasi umum dan lokal, memotong (cutting) arang batu secara basah dengan menyemprotkan air pada lantai, membasahi permukaan arang batu dengan air, dan menggunakan masker debu baik di pertambangan maupun di pengolahan arang batu.

arigatou gozaimasu,….

Categories
Bookmarks